Rasulullah dan Sedekah yang Bernilai



ov042010
bismillahirrahmanirrahim
Suatu ketika ada seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau bertanya kepada pengemis tersebut, “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?”
Pengemis itu menjawab, “Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir.” Rasul lalu berkata, “Ambil dan serahkan ke saya!”
Pengemis itupun pulang mengambil satu-satunya cangkir miliknya dan kembali lagi pada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menawarkan cangkir itu kepada para sahabat, “Adakah di antara kalian yang ingin membeli ini?” Seorang sahabat menyahut, “Saya beli dengan satu dirham.”
Rasulullah SAW menawarkannya kembali, “Adakah di antara kalian yang ingin membayar lebih?” Lalu ada seorang sahabat yang sanggup membelinya dengan harga dua dirham.
Rasulullah SAW memberikan dua dirham itu kepada si pengemis lalu menyuruhnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan untuk keluarganya dan sisa uangnya digunakan untuk membeli kapak. Rasullulah SAW berkata, “Carilah kayu sebanyak mungkin dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu.” Sambil melepas kepergiannya Rasulullah SAW pun memberinya uang untuk ongkos.
Dua minggu kemudian pengemis itu datang kembali menghadap Rasulullah SAW sambil membawa uang sepuluh dirham hasil dari penjualan kayu. Kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya seraya bersada, “Hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-meminta hanya akan membuat noda di wajahmu di akhirat nanti. Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat sesorang tidak bisa berusaha.
Sungguh suatu pelajaran berharga bisa kita dapat dari Rasulullah SAW. Beliau tidak hanya memberikan sedekah pada fakir miskin, namun juga memberikan ‘kail’ kepada mereka agar kelak mereka bisa hidup mandiri. Subhanallah.

Referensi:

1.    Hadits yang diceritakan Anas bin Malik (HR Abu Daud)
ReadmoreRasulullah dan Sedekah yang Bernilai

CARA PASANG KANOPI TERAS RUMAH Di Medan dan Sekitarnya


HUBUNGI KAMI:  0821 6289 7410 ATAU 0822 7200 7787
                             BANG TOM'S             BANG ADI

HUBUNGI KAMI:  0821 6289 7410 ATAU 0822 7200 7787
                             BANG TOM'S             BANG ADI


Membangun rumah yang memiliki nilai-nilai keindahan, kesehatan, dan juga kenyamanan memang memerlukan penanganan khusus serta perhatian lebih. Guna menimbulkan kesan anggun, dan untuk melindungi area halaman atau teras rumah, terutama rumah yang belum memiliki car port atau garasi mobil yang tertutup, saat ini banyak rumah yang menambahkan desain kanopi untuk mempertegas estetika keindahan pada rumahnya.
Memang sangat menjengkelkan apabila kendaraan terkena hujan dan panas di sekitar halaman rumah karena tidak ada pelindung. Oleh karena itu kanopi sangat penting dalam sebuah rumah. Selain untuk memberikan kesan keindahan, kanopi juga bisa untuk melindungi kendaraan, baik pada saat hujan maupun panas.

Pada zaman sekarang yang semakin maju banyak model atau bentuk kanopi rumah. Lebih beragam dibandingkan dengan zaman dulu. Hal ini terjadi karena banyak orang yang meminta berbagai model kanopi rumah yang berbeda dan unik, sehingga banyak pengrajin yang membuat kanopi rumahyang bervariasi.

UNTUK INFORMASI DAN PEMASANGAN HUBUNGI ADI TOM'S
HUBUNGI KAMI:  0821 6289 7410 ATAU 0822 7200 7787
                             BANG TOM'S             BANG ADI
 
ReadmoreCARA PASANG KANOPI TERAS RUMAH Di Medan dan Sekitarnya

Bulan Sabit dan Bintang BUKAN Lambang Islam

BULAN SABIT & BINTANG BUKAN LAMBANG ISLAM
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Dalam bahasan yang lalu telah dijelaskan sebagian diantara begitu banyak simbol-simbol yang digunakan oleh Freemasonry Yahudi, yang bahkan diantara simbol tersebut tidak jarang pula dipakai oleh kaum Muslimin, seperti simbol Bintang segi delapan. Karena seringnya simbol ini digunakan sebagai dekoratif masjid atau sesuatu yang berkaitan dengan Islam, sehingga terbentuklah opini bahwa Bintang segi delapan adalah merupakan ikon bagi Islam. Padahal anggapan tersebut adalah keliru karena apabila ditelusuri lebih lanjut, simbol bintang segi delapan (the 8 pointed star atau dikenal sebagai the Star of Chaos) bukanlah bagian daripada Islam, dan tidak semestinya digunakan oleh kaum Muslimin karena ia adalah berasal dari kepercayaan paganisme. (Baca kembali ceramah berjudul “Keberadaan Freemasonry di Indonesia” pada Blog ini atau klik: https://ustadzrofii.wordpress.com/2012/10/27/keberadaan-freemasonry-di-indonesia/#more-4361)
Tampak pada foto-foto berikut ini, penggunaan Bintang segi delapan yang telah salah kaprah digunakan sebagai dekoratif masjid di berbagai belahan dunia:

Pictured is a gilded 8-point star in the center of the dome of Mosque Maryam in Chicago, IL. Calligraphy inscribed around the dome bears the 35th verse from the 24th Surah “An Nuur” and the Name of Allooh on each pillar. Photo: Kenneth Muhammad (Dalam foto terlihat bintang segi delapan berwarna keemasan di tengah kubah Masjid Maryam di Chicago, Illinois, USA. Kaligrafi yang tertulis disekitar kubah berisi ayat ke-35 dari Surat ke 24 yakni Surat An Nuur dan nama Allooh ditulis pada masing-masing pilar. Foto: Kenneth Muhammad)
(sumber: http://www.finalcall.com/artman/publish/article_4281.shtml)

The 8-point star windows in a mosque in Abu Dhabi (Bintang segi delapan pada jendela-jendela masjid di Abu Dhabi)
 
The eight point star of a stained glass window in King Abdul Aziz mosque in Marbella, Spain (Bintang segi delapan pada jendela kaca di masjid King Abdul Aziz di Marbella, Spanyol)
Simbol Bintang segi delapan (the 8 pointed star) sendiri sebenarnya justru berkaitan dengan the Star of Ishtar yang berasal dari paganisme Babylonia dan Assyria. Ishtar, menurut kepercayaan mereka adalah dewi perang Babylonia. Dia dikenal pula sebagai dewi nafsu/ birahi – perang dan prostitusi, serta dikenal pula sebagai dewi Venus.

The symbols of  Shamash (the sun), Sin (the moon) and Ishtar (star). Ishtar, the Babylonian-Assyrian warrior goddess. She is known as the Babylonian goddess of passion-war- prostitution, the Babylonian version of Inanna, and later identified with goddess Venus.
(sumber: http://mythologyversusreligion.ning.com/profiles/blogs/sumerian-babylonian-assyrian-and-phoenician-gods-and-goddesses)

References to Venus as early as 3000 BC are known from evidence at Uruk, an important early Sumerian city in southern Iraq. Inanna is Venus, known later as Ishtar, and the Uruk tablets specify her celestial identity with the symbol for star: an eight-pointed star (Referensi paling tua dari Venus adalah berasal dari tahun 3000 SM yang dikenal dari sebuah bukti di Uruk, yakni kota penting paling awal dari kaum Sumeria di Irak selatan. Inanna adalah Venus, yang kemudian dikenal sebagai Ishtar, dan lempengan Uruk ini menunjukkan bahwa Ishtar / Venus dilambangkan dengan simbol “Bintang”: sebuah bintang bersudut delapan).
(sumber: http://doormann.tripod.com/asssky.htm)
Nah, disamping kesalahkaprahan tentang penggunaan simbol Bintang segi delapan, maka berikut ini akan kita bahas juga suatu simbol yang karena banyaknya / seringnya digunakan oleh kaum Muslimin di berbagai belahan dunia, sehingga seringkali dikonotasikan bahwa ia adalah lambang Islam, padahaL sesungguhnya ia BUKAN lah bagian daripada Islam. Simbol tersebut adalah simbol “Bulan Sabit & Bintang”.
Bulan Sabit & Bintang sesungguhnya BUKAN bagian daripada Islam dan TIDAK SEMESTINYA dianggap sebagai lambang Islam. Karena baik Bintang segi delapan ataupun “Bulan Sabit & Bintang” keduanya adalah berasal dari kepercayaan paganisme, yang jelas-jelas bertentangan dengan ‘aqiidah Islamiyyah. Sangat disayangkan kesalahkaprahan ini telah tersebar keseluruh dunia, sehingga tidak heran apabila dalam anggapan orang-orang kaafir (sebagaimana terungkap dalam berbagai situs Barat diantaranya adalah situs berikut ini yang berjudul “Who is Muslim God Allah? Is he Yahweh?” oleh B. Walker pada: http://www.knowbiblefactsfromfiction.com/who-is-the-muslim-god-allah-part-1.html), mereka mempunyai persepsi yang keliru bahwa kaum Muslimin menyembah berhala; oleh karena kesamaan ikon Bulan Sabit & Bintang yang banyak digunakan kaum Muslimin dengan simbol serupa pada paganisme. Padahal Islam berlepas diri dari simbol tersebut. Tidak pernah terdapat riwayat yang shohiih bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan Salafus Shoolih menggunakan simbol-simbol itu.
Perhatikan betapa kesalahkaprahan ini bahkan diterapkan hingga ke bendera-bendera berbagai negara berikut yang mayoritas penduduknya mengaku beragama Islam:

(sumber: http://www.akhirzaman.info/counter-culture/simbol/1974-bulan-sabit-dan-bintang-lambang-islam.html)
Lihat pula betapa simbol itu juga dipasang pada puncak kubah-kubah masjid di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia:

Golden crescent moons and stars on some of the smaller domes in the Nizamiye Turkish Mosque in Midrand, South Africa (Bentuk Bulan sabit dan bintang berwarna keemasan pada beberapa kubah yang lebih kecil di masjid Turki Nizamiye di Midrand, Afrika Selatan)
Surrounded by the sun, the crescent moon and star (an internationally-recognized symbol of the faith of Islam) in the Abdul Gaffoor Mosque in Singapore (Dikelilingi oleh bentuk matahari, tampak simbol Bulan sabit dan bintang – yang secara internasional dikenal sebagai simbol agama Islam di masjid Abdul Gaffoor di Singapura)
The crescent moon and star in Sultan Ahmad Shah Mosque in Malaysia (Bentuk Bulan sabit dan bintang di masjid Sultan Ahmad Shah di Malaysia)
 
Simbol bulan sabit & bintang di kubah masjid Istiqlal, Jakarta
Dan muncul pula dalam logo berbagai partai politik di Indonesia yang menyatakan dirinya berhaluan Islam. Yang paling awal adalah Partai Sarekat Islam Indonesia dan Madjlis Sjura’ Muslim Indonesia (Masjumi) di Pemilu tahun 1955. Menyusul setelahnya adalah berbagai partai lain seperti Partai Bulan Bintang, Partai Ansor, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan Sejahtera. Partai-partai tersebut ada yang menggunakan lambang bulan sabit dan bintang, ataupun bulan sabit tanpa bintang. Ada pula partai politik yang menggunakan lambang bintang yang dikombinasikan dengan lambang lain, misalnya Partai Nahdlatul Ummat dan Partai Kebangkitan Ummat. Partai-partai tersebut merupakan tempat bernaung warga Nahdlatul Ulama (NU). Oleh karena itu, yang digunakan pada dasarnya adalah lambang NU juga, yakni jagat lintang songo (bumi dan sembilan bintang).


Yang agak jarang disorot adalah lambang organisasi lokal. Diantaranya adalah bendera GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Bendera GAM adalah bendera berwarna dasar merah dengan dua garis hitam / putih horisontal. Diantara kedua garis itu terdapat lambang bulan sabit dan bintang. Di kalangan masyarakat muslim Aceh yang terkenal cukup religius, tentunya pencantuman lambang ini berkesan mendalam. Hal ini berlaku bila lambang bulan sabit dan bintang benar-benar dikaitkan dengan agama Islam. Lambang yang mirip digunakan juga oleh gerakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia.

Sebagaimana pemaparan diatas, terlihat jelas bahwa begitu besar peran simbol Bulan Sabit dan Bintang tersebut di masyarakat Muslim. Tak salah rasanya bila ada orang-orang yang menganggap bahwa Bulan Sabit dan Bintang adalah lambang masyarakat Muslim, bahkan ada yang menganggapnya sebagai lambang agama Islam. Anggapan ini merata luas dikalangan masyarakat Muslim sendiri bahkan dikalangan orang-orang kaafir.
Sekarang mari kita telusuri asal-usul mengapa dan bagaimana sampai akhirnya simbol Bulan Sabit dan Bintang ini kemudian secara keliru dianggap sebagai lambang Islam.
Berbagai Bukti Sejarah
Bukti-bukti arkeologis menunjukkan bahwa lambang Bulan Sabit dan Bintang telah lama digunakan SEBELUM masa Islam, bahkan sejak beribu-ribu tahun yang lalu, yang berasal dari paganisme Yunani kuno, Assyria dan Babylonia.
Dalam suatu situs, dikatakan sebagai berikut:
“…Was the moon female to the ancient Egyptians or the Sumerians and Babylonians of Mesopotamia (Iraq)? It may surprise you to learn that the answer is no. To these very old cultures, the moon was male, a god. In Sumer this god was Nanna, in Babylon the same god was called Sin. Nanna was the father of the Queen of Heaven, Inanna (later Ishtar), who was identified with the planet Venus, known then as the morning and evening star. In Egypt, the celestial representation of the Moon God was Thoth, God of Wisdom and Magic, who was credited with the invention of writing. Thoth was depicted with the head of an ibis. In later times, Egypt’s Queen of Heaven, Isis, would be one of several goddesses whose original solar connections would be replaced by lunar ones….”
Artinya:
“…. Benarkah bulan itu (asal-usulnya) digambarkan sebagai bentuk perempuan (dewi) dalam kepercayaan Yunani kuno atau Sumeria dan Babilonia dari Mesopotamia (Irak)? Ternyata hal yang mengejutkan untuk kita pelajari bahwa jawabannya itu adalah tidak. Dalam versi kebudayaan yang sangat tua ini, ternyata bulan itu digambarkan dalam bentuk laki-laki (dewa). Dalam kebudayaan Sumeria dewa ini disebut sebagai Nanna, di Babylonia dewa yang sama ini disebut sebagai Sin. Nanna adalah ayah dari Ratu Surga” (the Queen of  Heaven), yang dikenal sebagai Inanna (dan kemudian disebut sebagai Ishtar), yang diidentifikasikan dengan planet Venus, yang dikenal kemudian sebagai bintang pagi dan sore. Dalam kebudayaan Mesir, representasi langit dari Dewa Bulan adalah Thoth, Dewa Kebijakan dan Sihir, yang seringkali dikaitkan dengan penemuan tulisan. Thoth digambarkan sebagai dewa berkepala burung Ibis. Di kemudian hari, “Ratu Surga” (the Queen of  Heaven) dalam kebudayaan Mesir, dikenal sebagai Isis, yang akan menjadi salah satu dari beberapa dewi dimana lambang matahari akan digantikan dengan bulan….”

Stele of Ur-Nammu (ca. 2200 BC), crescent moon, moon god’s symbol (– Prasasti dari Ur-Nammu, tahun 2200 Sebelum Masehi, bulan sabit digunakan sebagai lambang dewa bulan –)
(sumber: http://www.facebook.com/notes/planet-x-nibiru-and-the-anunnaki/who-is-the-moon-goddess/232416203461946)
Kemudian dalam situs lain didapat pula bukti prasasti sejarah berikut ini:

Babylonian boundary stone c.1100 BC— The symbols in the upper register of this land-boundary stone represent the gods Ishtar or Venus (the star), the moon god Sin (crescent) and the sun god Shamash. Other symbolism is in the same genre, gods and heavenly powers, some very similar to zodiacal signs. The writing is cuneiform, with a curse on anyone who questions the land ownership or damages the stone (British Museum)
(Artinya: Prasasti batu perbatasan Babilonia, tahun 1100 SM Simbol yang terlihat dibagian atas dari batu perbatasan ini adalah melambangkan dewa Ishtar atau Venus (bintang), dewa bulan Sin (bulan sabit) dan dewa matahari Shamash. Simbolisme lainnya adalah dalam genre yang sama, yakni dewa dan kekuatan surgawi, dimana beberapa adalah sangat mirip dengan tanda-tanda zodiak. Tulisan Cuneiform yang tertera pada batu ini adalah merupakan kutukan bagi siapa pun yang mempertanyakan kepemilikan tanah atau membawa kerusakan pada batu tanda perbatasan tanah ini – dari: British Museum)
(sumber: http://www.flickr.com/photos/7549203@N04/4558358302/)
Kerajaan Persia juga telah menggunakan lambang Bulan Sabit dan Bintang. Bahkan, lambang tersebut tercantum pada mata uang yang diterbitkan pada masa Khosrau II, yakni Raja Persia yang memerintah dari tahun 590 – 628 M. Dialah Kisra yang dikisahkan merobek-robek surat Rosuluullooh صلى الله عليه وسلم.

Mata uang emas Persia, bergambar Khosrau II. Perhatikan bulan sabit dan bintang di atas bagian kepala!
 
Mata uang perak Persia, bergambar Khosrau II. Empat pasang Bulan sabit dan bintang di empat penjuru!
This is another depiction of the crescent and star symbol of this ancient Persian coin. As noted, this CRESCENT and STAR symbol is very common in ancient times (Satu lagi penggambaran simbol bulan sabit dan bintang dari koin Persia kuno. Sebagai catatan, simbol BULAN SABIT dan BINTANG adalah sangat umum di zaman kuno)
(sumber: http://www.akhirzaman.info/counter-culture/simbol/1974-bulan-sabit-dan-bintang-lambang-islam.html, http://en.wikipedia.org/wiki/Khosrau_II, http://www.pinoyexchange.com/forums/showthread.php?t=523606)
Lambang bulan sabit juga telah digunakan oleh masyarakat Yunani yang mendirikan kota “βυζαντιον” (orang Romawi menyebutnya Byzantivm) sejak ± 670 SM. Mereka menggunakan lambang tersebut dalam kaitannya dengan penyembahan kepada “αρτεμισ” (Artemis, dewi bulan dan perburuan).

Lambang Byzantion (kemudian: Constantinopolis) adalah Bulan Sabit Artemis / Diana
Kota Byzantium jatuh ke tangan Romawi pada abad ke-2 SM. Tidak ada perubahan berarti di sana karena bangsa Romawi sangat mengagumi kebudayaan Yunani. Justru setelah Yunani dikuasai oleh Romawi, maka bangsa Romawi bahkan makin terpengaruh oleh kebudayaan Yunani. Kepercayaan Yunani kuno pun diserap oleh bangsa Romawi, kemudian mereka pertahankan, diantaranya adalah penyembahan kepada Artemis. Di dalam istilah Romawi, dewi Artemis dikenal dengan nama Diana.

“αρτεμισ” (dewi Artemis / Diana). Hiasan pada bagian kepalanya melambangkan Bulan sabit.

Mata uang perak Romawi, bergambar Ivlivs Caesar dengan Bulan sabit di belakang kepala
 
Currency of Rome (dated 217-215 BC), on the crescent moon is the sun and two eight-pointed stars (Mata uang Romawi, dari sekitar tahun 217-215 SM, dimana diatas simbol bulan sabit terdapat matahari dan 2 buah bintang segi delapan)
(foto koin: http://whotalking.com/flickr/Roberto+Russo)



Currency of Septimius Severus (Roman Emperor), 194 AD, a silver ancient Roman coin, Crescent Moon with Seven stars (Mata Uang Kaisar Romawi – Septimius Severus, tahun 194 M, sebuah koin perak kuno Romawi dengan simbol Bulan sabit dan tujuh bintang)
(foto koin: http://www.ebay.com/itm/Septimius-Severus-194AD-Rare-Silver-Ancient-Roman-Coin-Moon-Seven-stars-/320987884847)
Ketika Kaisar Constantinvs I berkuasa (tahun 306-337 M), dia membuat perubahan-perubahan besar pada tahun 330 M, diantaranya adalah:
1. Dia memindahkan ibukota Romawi dari Roma ke kota Byzantium. Dia pun mengganti nama kota itu menjadi Nova Roma, artinya ‘Roma Baru’. Dalam percakapan sehari-hari, orang pada zaman itu menyebut kota tersebut sebagai “Constantinopolis”, artinya: ‘Kota Constantinus’. Orang sekarang biasa menyebutnya sebagai Istanbul (berdasarkan keputusan pemerintah sekuler Republik Turki sejak tahun 1928 M).
2. Dia menyatakan Nashroni sebagai agama negara. Sebelumnya beberapa kaisar Romawi telah memberikan kebebasan beragama kepada orang Nashroni, tetapi tidak sebagai agama negara. Bahkan pada masa sebelumnya lagi, para kaisar Romawi berlomba-lomba membantai penganut Nashroni.
Keputusan-keputusan diatas selanjutnya mempengaruhi karakter kota Constantinopolis atau Konstantinopel. Kota Konstantinopel yang sebelumnya adalah kota penyembah dewi Artemis / Diana dari paganisme Yunani kuno berubah menjadi kota Nashroni. Lambang kota yang semula berbentuk Bulan sabit ditambahi lambang Bintang yang dalam kepercayaan mereka adalah perlambang dari “Bunda Maria” (– ibu Nabi Isa عليه السلام –, yang mereka sebut sebagai: “Yesus Kristus”) (salah satu gelar yang diberikan kepada “Bunda Maria” adalah stella maris / “bintang lautan”).

An old painting “Mary on the moon” from Bartolome Esteban Murillo [1617-1682 AD], Spain (Sebuah lukisan kuno dari pelukis Bartolome Esteban Murillo yang hidup di tahun 1617-1682 M di Spanyol, dimana “Bunda Maria” digambarkan berdiri diatas bulan sabit)
An old painting from Albrecht Durer, dated 1511 AD, “Virgin Mary with Stars atop a Crescent Moon” (Sebuah lukisan tua dari pelukis Jerman Albrecht Durer, pada tahun 1511 M, yang menggambarkan “Perawan Maria dengan bintang-bintang diatas bulan sabit)
Sejak saat itu lah, lambang Bulan Sabit dan Bintang menjadi lambang kota Konstantinopel, ibukota Romawi.

The banner of Constantinople which is later adopted by the Ottomans. It displays the star with the traditional eight rays.
Jadi lambang kota Konstantinopel yakni Bulan Sabit (dewi Artemis) dan Bintang (“Bunda Maria”), dimana bintang ini semula digambarkan sebagai Bintang segi delapan (dan kemudian berubah menjadi bintang segi lima baru pada sekitar tahun 1844 M). Lambang ini kemudian diadopsi oleh Turki Utsmani.
(sumber: http://www.akhirzaman.info/counter-culture/simbol/1974-bulan-sabit-dan-bintang-lambang-islam.html, http://www.truthbeknown.com/mary.html#.ULVgwe89WuI, http://littleguyintheeye.wordpress.com/tag/virgin-mary/, http://www.historum.com/middle-eastern-african-history/17548-crescent-moon-what-5.html)
Sejak abad ke-15, masyarakat Turki Utsmani (ada masyarakat Turki dari suku lain, misalnya Kazakh, Uzbek, Turkmen) telah menguasai banyak wilayah Romawi. Pada tahun 1453 M, pasukan Turki Utsmani (orang Barat menyebutnya sebagai: Ottoman) memasuki Konstantinopel, sekaligus mengakhiri pemerintahan Romawi yang telah berusia ± 2000 tahun (jika dihitung sejak pendirian kota Roma).

Wilayah Turki Utsmani pada berbagai masa [creator: Atilim Gunes Baydin]
Dipimpin oleh Sultan Muhammad II (محمّد), pasukan Turki yang mayoritas beragama Islam mengganti lagi karakter kota Konstantinopel menjadi kota yang bergaya Asia dan bercorak ke-Islaman. Nama kota dipertahankan, tetapi disesuaikan dengan lidah Arab (sebagaimana yang diucapkan oleh Muhammad Rosuluullooh صلى الله عليه وسلم), yaitu:قسطنطينيّة  (Qusţanţīniyyah), ‘Kota Konstantin’.

Muhammad II, Sultan Turki Utsmani
 
Crescent moon and star was also symbol of Constantinia, where was captured by Mehmed II, and made the central city of the empire (Bulan sabit dan bintang semula merupakan simbol dari Konstantinopel, yang kemudian ditaklukkan oleh Sultan Muhammad II, dan kemudian menjadikannya sebagai ibukota kesultanan Turki Utsmani)
Pemerintah Turki Utsmani mengubah banyak hal, juga mempertahankan banyak hal.
  1. Konstantinopel / Qusţanţīniyyah menjadi ibukota Kesultanan Turki Utsmani, dan di kemudian hari menjadi ibukota Khilafah Utsmani (terjadi saat Sultan Salīm I (سليم) mengambil alih kekuasaan khilafah dari Khalifah Abbasiyah terakhir, Al-Mutawakkil-billāh III (المتوكّل بالله), di Qahirah / Kairo)
  2. Gereja αγια σοφια (Hagia Sofia), gereja pusat penyebaran agama Kristen Orthodox, diubah menjadi masjid; patung-patung Nashroni disingkirkan, gambar-gambar ditutup.
  3. Arsitektur khas Romawi Timur, diwakili oleh Gereja Hagia Sofia, menjadi model untuk pembangunan masjid-masjid di seluruh wilayah Utsmani (kubah adalah ciri khas yang paling terlihat)
  4. Lambang Konstantinopel, Bulan Sabit dan Bintang, menjadi lambang berbagai kesatuan di laskar Utsmani; di kemudian hari lambang tersebut bahkan menjadi lambang Khilafah Utsmaniyyah.
Kubah adalah gaya khas bangunan penting dan kuil-kuil Romawi (Barat dan Timur). Gaya arsitektur Romawi Timur mempengaruhi tempat-tempat ibadah di negeri-negeri beragama Kristen Orthodox, misalnya Rusia, Bulgaria, Romania.

Bentuk Asli Gereja Hagia Sofia di Konstantinopel
Gereja Santo Vasily di Moskwa
Katedral Santo Aleksander Nevskiy di Sofia, Bulgaria
Dengan beralihnya kekuasaan khilafah dari keluarga Abbas (Abbasiyah, Arab) ke tangan keluarga Utsmani (Turki), negeri-negeri Islam mulai memandang dinasti Utsmani dan Konstantinopel sebagai pengayom dan model kehidupan. Hal ini sempat terjadi di Timur Tengah. Di masa inilah masjid-masjid dipasangi kubah dan menara (menyerupai Masjid Aya Sofia, bekas Gereja Hagia Sofia), bulan sabit dan bintang pun meraih popularitas di masyarakat muslim.

Bendera Khilafah Utsmani pada periode 1844-1922

Bekas Masjid Aya Sofia, sekarang Museum Aya Sofia di kota Istanbul, yang dahulunya adalah Constantinopolis / Qusţanţīniyyah.
 
Masjid Selimiye (Sultan Salim) di kota Edirne, yang dahulunya adalah: Adrianopolis
Masjid Biru atau Masjid Sultan Ahmad di kota Istanbul, yang dahulunya adalah Constantinopolis / Qusţanţīniyyah
Bendera Republik Turki sejak tahun 1936 adalah menyerupai bendera Khilafah Utsmani
(sumber: http://www.akhirzaman.info/counter-culture/simbol/1974-bulan-sabit-dan-bintang-lambang-islam.html)
Demikianlah, penggunaan lambang Bulan Sabit dan Bintang serta bentuk kubah pun sejak itu menyebar ke seluruh dunia, termasuk mempengaruhi pula masyarakat Muslim di Indonesia. Padahal simbol Bulan Sabit dan Bintang seyogyanya tidak layak disandingkan dengan Islam, karena ia berasal dari paganisme dan Nashroni.
Dalil Al Qur’an & As Sunnah
Perlu kiranya disadari dan diketahui oleh kaum Muslimin bahwa penyematan simbol-simbol paganisme itu bukanlah perkara remeh, karena ia dapat berdampak pada kecacatan ataupun pada ketidak-sempurnaan iman seseorang, dimana yang berkaitan dengan hal tersebut adalah sebagai berikut:
1)  Allooh سبحانه وتعالى memberitakan didalam Al Qur’an bahwa Nabi Ibrohim عليه السلام dibimbing oleh-Nya untuk terbebas dari meyakini suatu keyakinan sesat / keliru, berupa penyembahan terhadap bulan, bintang dan matahari.
Apabila dalam situs-situs Barat, orang-orang kaafir menuduh bahwa Muslimin itu menyembah berhala sebagaimana mereka (lihat situs Barat berikut: “Is Islam based on pagan roots? pada http://www.pinoyexchange.com/forums/showthread.php?t=523606), maka sangatlah mudah membantah anggapan mereka yang keliru itu.
Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al An’aam (6) ayat 75-79:
Ayat 75:
وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ
Artinya:
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrohim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.”
Ayat 76:
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ
Artinya:
Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Robb-ku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam“.”
Ayat 77:
فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ
Artinya:
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Robb-ku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Robb-ku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”.
Ayat 78:
فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
Artinya:
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Robb-ku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Ayat 79:
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Artinya:
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Robb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada dien yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrikin (orang-orang yang mempersekutukan Allooh).
Dari ayat-ayat diatas, dapatlah diambil pelajaran bahwa Allooh سبحانه وتعالى lah Pencipta langit dan bumi, dan bahwasanya bintang, bulan dan matahari hanyalah makhluk ciptaan Allooh سبحانه وتعالى yang disebarkan-Nya di langit dan bumi sebagai tanda-tanda keagungan-Nya. Allooh سبحانه وتعالى membimbing Nabi Ibrohim عليه السلام untuk mengetahui tentang kebesaran-Nya itu agar Nabi Ibrohim عليه السلام menjadi orang yang beriman pada-Nya. Oleh karena itu di akhir ayat, Nabi Ibrohim عليه السلام menyatakan bahwa beliau عليه السلام bukanlah termasuk orang-orang musyrikin yang menyembah berhala seperti menyembah pada bintang, bulan dan matahari.
Sangat jelas sekali ayat ini. Oleh karena itu, secara tegas kaum Muslimin semestinya menyatakan bahwa simbol Bulan Sabit & Bintang BUKAN simbol Islam ! Karena kaum Muslimin tidak menyembah bulan, tidak menyembah bintang, tidak pula menyembah matahari sebagaimana kaum paganisme melakukannya. Dan tidak semestinya pula kaum Muslimin menggunakan simbol-simbol bulan sabit, ataupun bintang (baik yang berupa bintang segi lima ataupun bintang segi delapan) dengan anggapan bahwa itu adalah lambang ke-Islaman.
Lalu perhatikan definisi “Muslim” yang Allooh سبحانه وتعالى beritakan dalam QS. Al Hajj (22) ayat 78 berikut ini, dimana Allooh سبحانه وتعالى menyuruh kaum Muslimin untuk mengikuti keimanan Nabi Ibrohim عليه السلام tersebut:
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيداً عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Artinya:
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allooh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam dien (ini) suatu kesempitan. (Ikutilah) dien orang tuamu Ibrohim. Dia (Allooh) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rosuul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allooh. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
2) Kaum Muslimin hendaknya bangga mempersaksikan pada dunia bahwa dia itu adalah Muslim.
Sudah barang tentu kaum Muslimin itu seharusnya cukup berpedoman pada seluruh apa yang dituntunkan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, tanpa mencampur-adukkannya dengan keyakinan-keyakinan lain seperti yang apa-apa yang diyakini oleh paganisme / Yahudi / Nashroni dan sejenisnya.
Justru kaum Muslimin itu harus berani, bangga, tidak berkecil hati untuk menampakkan bahwa dirinya adalah Muslim, karena Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Aali ‘Imron (3) ayat 64:
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللَّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Artinya:
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah (ibadahi) kecuali Allooh dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan (yang diibadahi) selain Allooh“. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah Muslim (orang-orang yang berserah diri kepada Allooh)”.”
Perkataan “Saksikanlah” pada akhir ayat menunjukkan bahwa kaum Muslimin itu seharusnya bangga menampakkan bahwa dirinya itu adalah Muslim; dan bukannya malah minder, tidak percaya diri atau malah mengekor pada budaya-budaya orang-orang kaafir sebagaimana yang dilakukan sebagian kalangan kaum Muslimin di zaman ini.
3) Meniru dan menyerupai (tasyabbuh) pada orang-orang musyrikin / kaafir itu adalah TERLARANG.
Mungkin sebagian diantara kaum Muslimin menganggap remeh dan sepele tentang hal ini, karena ia semata-mata meninjaunya hanya dari sisi budaya, seni dan kreasi. Tetapi bagi seseorang yang memiliki pendirian ‘aqiidah yang tegas, maka ia tidak akan mau meniru ataupun menggunakan simbol-simbol seperti Bulan Sabit & Bintang.
Karena fakta dan bukti menunjukkan bahwa lambang-lambang seperti lambang-lambang ini adalah bertitik tolak dari ‘aqiidah dan keyakinan BERHALA. Yang notabene adalah Kufur dan Syirik.
Padahal jangankan Kufur dan Syirik; ma’shiyat berupa kefaasiqan dan kebid’ahan saja kita sebagai kaum Muslimin ini dilarang keras untuk menyerupai dan atau menirunya.
Perhatikanlah peringatan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam hadits berikut ini:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Artinya:
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari kaum itu.”
(Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 4033, dan Syaikh Nashirudiin Al Albaany mengatakan Hadits ini Hasanun Shohiih, dari Shohabat ‘Abdullooh bin ‘Umar رضي الله عنه)
Renungkan betapa dalamnya makna peringatan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam Hadits diatas. Akibat penggunaan simbol Bulan Sabit dan Bintang oleh banyak diantara kaum Muslimin di berbagai belahan dunia, maka hal ini menyebabkan timbulnya salah persepsi diantara orang-orang kaafir sehingga mereka menganggap bahwa kaum Muslimin itu adalah menyembah Berhala sebagaimana mereka. Bukankah hal ini dimulai dari sikap menganggap remeh terhadap perkara tasyabbuh ?
4) TIDAK ADA dalil ataupun atsar yang menjelaskan bahwa Rosuluullooh صلى الله عليه وسلم pernah memerintahkan ummat Islam untuk menggunakan lambang Bulan sabit dan Bintang, ataupun memberi contoh penggunaannya.
Tanpa adanya contoh dari Muhammad Rosuluullooh صلى الله عليه وسلمdan shohabat-shohabatnya, tidaklah layak bagi ummat Islam mencanangkan simbol Bulan sabit dan bintang sebagai lambang Islam.
5) Hendaknya kaum Muslimin istiqomah
Kaum Muslimin harus tetap berpegang teguh pada firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al An ‘aam (6) ayat 19 berikut ini:
قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُلْ لَا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
Artinya:
Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allooh”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain disamping Allooh?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui“. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allooh)“.
Juga dalam QS. Al Kaafirun (109) ayat 1-6 :
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾
Artinya:
(1) Katakanlah: “Hai orang-orang yang kaafir,
(2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
(3) Dan kamu bukan penyembah (Allooh) yang aku sembah.
(4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
(5) Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah (Allooh) yang aku sembah.
(6) Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
Demikian bahasan kali ini, semoga bermanfaat.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Rabu, 1 Muharrom 1434 H –  14 November 2012 M
—– 0O0 —–

ReadmoreBulan Sabit dan Bintang BUKAN Lambang Islam

Tarung Gol Messi-Ronaldo di Liga Champions



Satu gol yang dibuat ke gawang Juventus membuat Cristiano Ronaldo kembali mengungguli Lionel Messi di daftar topskorer sepanjang masa Liga Champions. Sudah berjalan 10 tahun, saling susul antara keduanya masih lanjut.

Madrid menelan kekalahan 1-2 dalam lawatan ke Juventus di leg pertama babak semifinal Liga Champions. Satu-satunya gol yang dibuat Los Merengues dalam laga tersebut dilesakkan oleh Ronaldo.

Satu gol tersebut membuat koleksi gol CR7 di Liga Champions kini berjumlah 76, yang menjadikan dia berdiri sendiri di posisi teratas daftar topskorer kompetisi antarklub Eropa tersebut. Ronaldo mengalahkan Messi dengan 75 gol, yang baru akan bertanding malam nanti menghadapi Bayern Munich.

Soal rivalitas Ronaldo dan Messi sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions, itu sudah dimulai sejak keduanya mematahkan rekor milik Raul Gonzalez beberapa matchday lalu. Tapi secara pribadi, kedua pemain yang dianggap senagai terbaik di dunia itu sudah bermusim-musim, sejak keduanya melakukan masih menjalani musim-musim awal di Liga Champions.

Berikut persaingan gol Messi dan Ronaldo sebagai topskorer sepanjang masa Liga Champions, seperti dikutip dari Skysport:

1 Musim 2005/06: Messi 1-0 Ronaldo (Agregat: Messi 1-0 Ronaldo)

Messi mencetak gol pertamanya di liga Champions untuk Barcelona saat meraih kemenangan 5-0 atas Panathinaikos. Messi melakukannya pada laga kelima dia di Liga Champions.

Tapi Messi tidak bisa menambah lebih banyak lagi golnya di musim itu karena dia cedera ketika berhadapan dengan Chelsea di bulan Maret dan tak tak muncul di atas lapangan saat Barca menang atas Arsenal di final.

Ronaldo di musim ini belum mencetak gol di fase grup dan knock out. Satu gol yang dia lesakkan untuk Manchester United adalah di kualifikasi saat berhadapan dengan Debrecen, namun UEFA tidak memasukkan gol di fase ini dalam hitungan.

Musim 2005/2006 adalah tahun ketiga Ronaldo main di Liga Champions, dengan sudah tampil di 18 pertandingan dia sama sekali belum bikin gol.

2 Musim 2006/07: Messi 1-3 Ronaldo (Agregat: Messi 2-3 Ronaldo)

Ronaldo total butuh 27 pertandingan di Liga Champions untuk mencetak gol pertamanya. Momen bersejarah itu dia dapatkan saat mencetak dua gol ke gawang AS Roma saat MU menang 7-1. Satu gol lagi dia buat ke gawang AC Milan di babak semifinal, Ronaldo pun mengoleksi tiga gol di musim ini.

Cuma satu gol yang dibuat Messi di 2006/2007. Dia membuatnya dalam laga dengan Werder Bremen di fase grup yang berkesudahan dengan 1-1. Kondisi ini membuat Ronaldo memimpin balapan antara mereka.

3 Musim 2007/08: Messi 6-8 Ronaldo (Agregat Messi 8-11 Ronaldo)

Ronaldo menjaga keunggulannya atas Messi dalam urusan bikin gol di Liga Champions saat mengantar MU menjadi juara di musim 2007/2008.

Pada fase grup saja Ronaldo berhasil bikin lima gol, dua gol dilesakkan di fase grup dan satu lagi pada laga final saat berhadapan dengan Chelsea. Uniknya, satu-satunya fase di mana Ronaldo gagal bikin gol adalah saat The Red Devils mengalahkan Barcelona di semifinal.

Messi membuat enam gol di sepanjang musim ini, di mana separunya dia lesakkan dalam laga dengan Rangers dan Celtic. Sama seperti Ronaldo, Messi juga gagal bikin gol di semifinal.

4 Musim 2008/09: Messi 9-4 Ronaldo (Agregat Messi 17-15 Ronaldo)

Messi akhirnya kembali mengungguli Ronaldo, seiring dengan sukses dia mengantar Barcelona menjadi juara. Ada sembilan gol yang dibuat Messi dari babak grup sampai final, termasuk satu gol ke gawang MU dalam laga final di Wembley.

Ronaldo menjalani musim terakhirnya bersama The Red Devils. Ada empat gol yang dibuat CR7 di Eropa pada musim ini, termasuk satu yang dia lesakkan ke gawang Arsenal di babak semifinal. Namun di partai puncak Ronaldo gagal mencetak gol, yang membuat MU harus puas jadi runner up di belakang Barca.

5 Musim 2009/10: Messi 8-7 Ronaldo (Agregat: Messi 25-22 Ronaldo)

Kepindahan Ronaldo ke Real Madrid di musim panas 2009 membuat dia makin sering dibanding-bandingkan dengan Messi. Di musim pertamanya berada di Spanyol, Ronaldo harus mengakui keunggulan Messi dalam urusan bikin gol di Eropa.

Setelah mencetak enam gol di fase grup, Ronaldo menambah koleksinya dengan satu gol lain ke gawang Olympique Lyon di babak 16 besar. Malang buatnya, satu gol tersebut tak mampu menghindarkan El Real dari terdepak di babak knock out pertama.

Ada delapan gol dibuat Messi di musim 2009/2010. Separuh dari gol Messi itu tercipta ke gawang Arsenal, saat kedua tim berhadapan di leg kedua babak perempatfinal. Ini sekaligus menjadi hat-trick pertama Messi di kompetisi tersebut.

6 Musim 2010/2011: Messi 12-6 Ronaldo (Agregat: Messi 37-28 Ronaldo)

Untuk kali pertama sepanjang keikutsertaan di Liga Champions, Messi mencetak dua digit gol. Ini merupakan salah satu musim terbaik Messi di Eropa, di mana dia total membuat 12 gol.

Messi selalu bikin gol di setiap babak, termasuk dalam laga final kontrak Manchester United. Gol juga dibuat Messi ke gawang Real Madrid - yang diperkuat Ronaldo - di babak semifinal.

Jumlah gol Ronaldo di musim ini cuma separuhnya Messi. Dan untuk kali kesekian Ronaldo masih belum bisa bikin gol ke gawang Barca yang diperkuat Messi.

7 Musim 2011/12: Messi 14-10 Ronaldo (Agregat Messi 51-38)

Messi kembali biki dua digit gol di musim 2011/2012 ini. Tidak cukup sampai di situ, bintang asal Argentina itu juga menorehkan rekor baru untuknya sendiri dengan 14 gol yang diciptakan. Sayangnya, Barca gagal mempertahankan gelar karena terdepak di semifinal oleh Chelsea.

Dari 14 gol yang dibuat Messi, tiga di antaranya dia lesakan ke gawang Viktoria Plzen di fase grup. Capaian hebat lainnya yang dia buat adalah lima gol ke gawang Bayer Leverkusen di babak 16 besar yang memberi Barca keunggulan 7-1.

Ronaldo juga tidak kalah oke di musim ini. Untuk kali pertama dia membuat dua digit gol. Namun dua gol yang dia lesakkan ke gawang Bayern Munich tak cukup untuk menghindarkan El Real dari kekalahan dan tersingkir sebelum sampai ke final.

8 Musim 2012/13: Messi 8-12 Ronaldo (Agregat Messi 59-50 Ronaldo)

Untuk kali pertama sejak 2007/2008 Ronaldo mengalahkan jumlah gol yang dibuat Messi dalam satu musim. Jumlah 12 gol yang dibuat Ronaldo musim ini juga menjadi rekor terbarunya.

Sumbangan gol-gol Ronaldo mengantar Madrid sampai semifinal. Di musim ini Ronaldo juga mencetak hat-trick pertamanya, yang dia lesakkan ke gawang Ajax Amsterdam saat El Real menang 4-1 di fase grup.

Messi yang dihantam cedera musim ini 'hanya' melesakkan delapan gol. Penampilan terbaiknya adalah saat mencetak dua gol ke gawang Spartak Moscow dan AC Milan. Barca kalah di semifinal oleh Bayern Munich.

9 Musim 2013/14: Messi 8-17 Ronaldo (Agregat Messi 67-67 Ronaldo)

Messi mencetak hat-trick keempatnya di Liga Champions saat berhadapan dengan Ajax. Sementara delapan gol yang dia lesakkan mengantar Barca melangkah sampai ke semifinal.

Adalah Ronaldo yang mencuri panggung Liga Champions musim ini. CR7 melesakkan 17 gol di sepanjang kompetisi, yang menorehkan sebuah rekor baru. Ronaldo juga membuat hat-trick keduanya di Liga Champions saat berhadapan dengan Galatasaray.

Ini tak terbantahkan sebagai musim terbaik Ronaldo. Jumlah 17 gol - termasuk satu di final -  yang dia lesakkan mengantar Madrid meraih La Decima setelah menundukkan Atletico Madrid. Satu gol di final itu juga membuat dia menyamai jumlah gol Messi.

10 Musim 2014/15: Messi 8-9 Ronaldo (Agregat: Messi 75-76 Ronaldo)

Messi dan Ronaldo mengawali musim dengan sudah dijagokan untuk menyamai dan mematahkan rekor 71 gol Raul.

Adalah Messi yang pertama mencapainya saat dia membuat dua gol ke gawang Ajax di fase grup pada 5 November. Messi mematahkan rekor Raul tersebut dengan penuh gaya: mencetak hat-trick ke gawang APOEL pada 25 November.

Tapi Ronaldo kemudian bisa ikut menyamai rekor Raul dan juga melampauinya. Satu gol yang dia buat ke gawang Juventus membuatnya (untuk sementara) mengungguli Messi.

Messi tentu saja masih punya peluang untuk menyamai dan kemudian melampaui karena Barca baru tanding dengan Bayern Munich malam nanti.

Tarung Messi dan Ronaldo masih akan terus berlangsung sampai beberapa tahun ke depan. Messi dan Ronaldo diyakini masih akan sangat tajam sampai bermusim-musim lagi, dan keberadaan mereka di klub sebesar Barcelona dan Madrid membuat akan lebih banyak gol tercipta lagi.
ReadmoreTarung Gol Messi-Ronaldo di Liga Champions